Kepergianmu.
Diam!
Berhenti disitu dan jangan bergerak! Jangan lakukan apapun yang bisa membuatku
kembali lengah. Menghadapi perasaanku terhadapmu sudah cukup membuatku
kewalahan. Aku berpikir bahwa kehadiranmu bukanlah masalah yang berarti dalam
hidupku. Tapi ternyata kepergianmu dari hari-hariku membuatku jatuh kedalam
jurang yang gelap. Aku mensugesti diriku sendiri berkali-kali bahwa aku (akan)
bisa hidup tanpa hadirmu,tapi dalam sesaat semua kekuatan itu seolah menghilang
entah kemana.
Kamu
tidak penting untukku! Kamu tidak berarti untukku! Serangkaian kalimat yang
berkali-kali harus ku nasehati pada diriku sendiri. Tapi kekosongan yang mulai
terasa di dalam dada ini tak pernah berhenti memberi sinyal bahwa aku sungguh
terluka karenamu. Terluka karena kita harus berakhir seperti ini.
Tuan,rasanya sungguh
menyesakkan. Kehilanganmu membuatku begitu rapuh. Tapi apa yang bisa ku lakukan
pada perasaan ini? Bukan wewenangku untuk menahanmu pergi. Bukan kuasaku untuk
mengatakan kepadamu agar kau harus kembali.
Aku
menyimpan dengan rapih segala ingatan tentangmu. Aku menggunakan waktu yang
begitu singkat untuk bisa merampas waktumu. Tapi ketika aku mengingat bahwa
perpisahan kita semakin dekat,membuatku hancur. Aku tidak bisa berbohong pada hatiku sendiri.
Aku begitu takut tergantikan. Aku begitu takut terlupakan.Cinta ini membuatku
kehilangan akal. Membuatku merasa melukai diri sendiri hanya untuk memenuhi
keinginanmu adalah hal terindah. Dan semakin aku merasakan luka itu,aku semakin
yakin bahwa aku mencintaimu sedalam ini.
Aku
benci saat aku tidak mampu menatap dirimu,apakah kau tahu itu?
Aku
benci saat aku merasa jantungku berdetak diatas normal karenamu,apakah kau tahu itu?
Dan hal yang begitu aku benci adalah kenyataan bahwa aku terlalu sulit melepaskanmu,apakah kau mengerti hal ini?
Ini semua karena
dimataku kau begitu tampak menyilaukan. Kau begitu memiliki daya magnet yang sangat
kuat hingga bisa membuatku begitu terpesona. Seharusnya aku tidak jatuh hati
padamu. Tapi kenyataan ini tidak pernah sekalipun aku rencanakan.
Aku
sungguh ingin memberikan salam perpisahan yang manis kepadamu. Aku ingin
mengatakan bahwa aku akan hidup dengan baik tanpamu. Tapi aku tidak bisa
melakukannya untukmu. Aku tidak ingin di akhir perpisahan ini kau melihat
betapa lemahnya diriku. Aku tidak ingin kau melihat aku memohon-mohon padamu
untuk tetap tinggal di sisiku. Jadi,jangan berbalik menatap kearahku tuan.
Jangan buat rasa candu untuk memilikimu bangkit kembali. Karena kini aku sedang
berusaha mengokohkan hatiku untuk bisa menerima kenyataan kau pergi. Walau di
malam-malamku yang sepi,aku harus membunuh segala rindu yang tumbuh kembali.
Komentar