Perasaan yang Memilih Mati.

            Ucapkan selamat tinggal pada perasaan yang akhirnya memilih mati. Harapanku semoga ia takkan kembali lagi pada hati yang dulu pernah memperjuangkannya dengan sangat hati-hati. Yang dulu pernah melemparkan dirinya pada bara api sesak dan rindu yang tertahan di dalam dada. Perjuangannya tidak pernah sia-sia. Hanya mungkin segalanya memang harus di akhiri oleh goresan luka.
            Coba tanyakan pada dirimu sendiri,apakah kau pernah meruntuhkan gengsi pada cinta yang kau perjuangkan? Apakah pernah kau merasa debaran itu semakin menuntut untuk di nyatakan? Aku pernah melakukannya untukmu. Tapi hanya akan ada satu hal yang takkan pernah ku nyatakan. Satu hal yang sampai saat ini ku biarkan mengganggu system kerja otakku. Satu hal yang selalu membuatku kehilangan akal karena harus merasakannya sendirian.
            Pergilah ketempat-tempat yang ingin kau tuju. Melangkahlah ke depan. Tidak perlu khawatirkan naasnya persaan itu mati di tanganku. Berkorban hati untuk semua inginmu adalah hadiah terindah yang hanya mampu ku beri. Berjanjilah untuk berbahagia dan jangan sesali segala yang telah terjadi pada masa lalumu. Yakinilah di dalam hati bahwa apapun yang terjadi,kau takkan terusik dengan rasaku yang harus ku tikam hingga ia mati.
            Selamat tinggal cinta…
            Aku bahagia pernah merasakan keindahanmu,

            Walau akhirnya aku harus membunuhmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Am I Wrong?

Cerita Akhir

Kilas balik