Palsu.
Sebagai
korban,aku hanya bisa pasrah melihat hatiku hancur luluh lantah.
Berkeping-keping menjadi serpihan yang tiada berarti. Puaskah kamu melihat
semua ini?
Tajam
bicaramu menyamai tajamnya belati cinta yang kau tusukkan padaku. Detak jantung
yang selalu bekerja cepat saat di dekatmu kini tengah sekarat bersama
bulir-bulir air mata itu. Mengalir begitu saja bersama sesak-sesak yang
terpaksa ku tahan. Sudah berulang kali aku terluka,tapi ini adalah luka dari
segala luka. Kau meninggalkanku saat dirimu merasa puas melihatku jatuh bangun
karenamu. Menikmati kesakitanku saat menahan cemas dan rindu yang membuncah di
dalam dada. Menjatuhkan serta menerbangkan ku ke dalam bayang-bayang yang di
sebut cinta tulus darimu.
Aku
tertipu. Benar-benar tertipu pada setiap nada manjamu. Kau menarik ulur hatiku
tanpa pernah berpikir bahwa dampaknya bisa mematikan rasaku. Kesalahanmu fatal.
Sangat fatal. Aku tak tahu lagi bagaimana harus memberikan maaf. Cukuplah
sekarang. Kau bisa pergi dengan tenang tanpa bayang-bayang seorang wanita yang
mengemis-ngemis cintamu. Hapuskan saja tentang aku sebagaimana kau memampakkan
cinta palsu itu. Karena akupun akan berjanji akan pergi dari sisimu tanpa
pernah meminta kembali.
Komentar