Selalu Saja
Lelaki itu diam seribu bahasa. Tidak
menanggapi sama sekali ceritaku tentang gadisnya yang menyerangku tiba-tiba. Selama
15 menit hanya deru nafasnya yang ku dengar dari ujung telepon ini. Aku mengerti,mungkin
ini hal yang sulit baginya untuk menentukan sikap. Aku paham,aku hanyalah
seorang sahabat sedangkan gadis itu adalah semacam kekasihnya. Tapi bukankah
sudah jelas gadis yang (sepertinya) di pertahankannya itu kini bersalah
menuduhku merebut dia-lelaki itu- darinya? Hei,bahkan aku dan dia sudah lebih
dulu saling mengenal jika dibandingkan dengan dia dan gadisnya menjalin
hubungan.
Sambungan telepon itu kini terputus.
Dan aku meyakini bahwa perbincangan (sepihak) kami tidak akan berlanjut. Aku tahu,aku
berada di posisi yang tidak tepat. Aku mencintai sahabatku sendiri,tapi apakah
itu adalah kesalahanku? Jika aku mampu membuat pilihan,mungkin lebih baik aku
tidak pernah menjadi teman dekatnya sama sekali. Nasi telah menjadi bubur. Perasaan
itu kini tumbuh subur. Dan penyesalan yang paling ku sesali adalah aku
terlambat menyadari perasaan itu. Rasa sakit itu baru terasa saat dia bercerita
panjang lebar tentang gadis yang diam-diam telah mencuri hatinya dan saat akhirnya
mereka menjadi sepasang kekasih yang sangat mesra.
Pada akhirnya laki-laki itu
menghilang tanpa jejak. Tidak ada BBM. Tidak ada SMS ataupun telepon masuk
darinya yang ku dapati. Mungkin dia lebih memilih menentramkan hati gadis itu
daripada menenangkan aku yang di hujat oleh banyak orang karena tuduhan
merebutnya.
Dia selalu saja seperti ini,meninggalkan aku demi seorang
gadis yang sudah berkali-kali menyakiti hatinya dan mengabaikan aku;yang
berkali-kali terluka olehnya. Untunglah selama mencintainya dengan sabar,aku
telah banyak berlatih di sakiti olehnya. Aku sudah mampu mengendalikan perasaan
ini. Meskipun setiap kali kenyataan pahit itu mengoyak-ngoyak seluruh isi di
dada dan menguras pikiran. Setidaknya,menjadi teman penghilang penatnya dan
menjadi teman setia pendengar segala ceritanya sudah cukup membuatku bahagia
berada sisinya.
Komentar